Senin, 11 Juli 2011

Galaksi Terbesar di Alam Semesta (Jagat Raya) Galaksi IC1101


 Galaksi ini merupakan gabungan dari berbagai macam galaksi, dan membentuk hgalaksi yang sangat besar. Galaksi terbesar di Alam Semesta (jagat raya) yang diketahui manusia adalah galaksi IC 1101. Galaksi ini terletak di pusat gugus Galaksi Abell 2029
Galaksi ini dimasukkan kedalam kelas kategori cD (Galaksi raksasa/Galaksiterbesar). Letak galaksi ini yaitu 1.07 miliar tahun cahaya dari konstelasi Serpens. Galaksi IC 1101 memiliki diameter sejauh lebih dari 5 juta tahun cahaya yang saat ini menjadi galaksi terbesar yang di kethui manusia
Galaksi ini berisi lebih dari 100 triliun bintang, jauh lebih besar jika dibandingkan dengan galaksi kita (Bima Sakti) yang hanya mengandung 250 miliar bintang dan Andromeda 400 Miliar Bintang.

Jika IC 1101 ada di Galaksi kita maka ia dapat menelan Galaksi kita termasuk galaksi Andromeda karena besarnya energi yangdimilikinya.



Ilmuwan Temukan Bukti Kehidupan di Titan, Bulan Terbesar Saturnus


Para Ilmuwan menemukan bukti dan petunjuk adanya tanda kehidupan di Titan, bulan yang terbesar di planet Saturnus, yang kemungkinan adalah alien primitif yang bernapas di atmosfer Titan. Penemuan mengejutkan ini, ditemukan oleh penjelajah Cassini milik NASA yang sedang mengorbit, dan terungkap dalam dua laporan terpisah.
            Data dari Nasa tersebut menganalisis bahwa terdapat bahan kimia yang kompleks dipermukaan Titan bulan yang terkenal memiliki atmosfer padat.
            Permukaannya ditutupi dengan pegunungan, danau dan sungai, para astronom menyebutnya dengan istilah Earthlike atau dunia yang paling dalam ditata surya. Bahan kimia organik itu terdeteksi dengan lebar 3.200 mil.
            Tapi cairandi Titan bukanlah air (hidrogen) tetapi metana dan para ilmuwan berharap kehidupan di sana adalah metana berbasis.
            Makalah pertama, dalam jurnal  Icarus, menunjukkan bahwa gas hidrogenyang mengalir melalui Atmosfer Titan, hilang di permukaan, yang kemungkinan membuat mahluk asing tersebut bisa bernafas.
Makalah kedua, dalam Journal of Geophysical  Research, ada bahan kimia tertentu di permukaan Titan, yang dipercayai para ilmuwan terkemuka untuk dapat di konsumsi oleh mahluk hidup. Para ilmuwan memprediksikan bahwa sinar matahari berinteraksi dengan bahan kimia di atmosfer, menghasilkan asetilena yang jatuh ke permukaan Titan. Tapi masalahnya, Cassiniasetilena tidak terdeteksi di sana.
 
Para ahli memperingatkan bahwa mungkin ada penjelasan lain untuk hasil tersebut. Tapi secara bersama-sama, mereka menemukan bukti adanya dua kondisi penting yang di perlukan untuk kehidupan berbasis metana.Seperti dilansir dari laman. 
 DailyMail, Sabtu (05/06/2010), Chris McKaydari NASA astrobiologis mengatakan, Jika tanda-tanda ini tidak berubah menjadisuatu tanda-tanda kehidupan, itu akan menjadi dua kali lipat menariknya, karena akan mewakili bentuk kedua dari kehidupan independen dari berbasis air kehidupan di Bumi.
Para ilmuwan percaya bahwa ketika Matahari membengkak , akan menelan bumi , kemungkinan kondisi yang ideal di Titan menjadi hangat.
Profesor John Zarnecki dari Universitas Terbuka, mengatakan, Kami percaya dari bahan kimia tersebut ada kehidupan terbentuk. Ini hanya membutuhkan panas dan kehangatan untuk memulai proses. 

Minggu, 10 Juli 2011

Pengertian Tata surya dan jenis planetnya




           Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya grafitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, astroid, komet) lainnya.

           Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar.

           Berdasarkan jaraknya dari matahari, kedelapan planet Tata Surya ialah Merkurius (57,9 juta km), Venus (108 juta km), Bumi(150 juta km),Mars (228 juta km),Yupiter (779 juta km),Saturnus (1.430 juta km), Uranus(2.880 juta km), dan Neptunus (4.500 juta km). Sejak pertengahan 2008, ada lima objek angkasa yang diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Orbit planet-planet kerdil, kecuali Ceres, berada lebih jauh dari Neptunus. Kelima planet kerdil tersebut ialah Ceres (415 juta km. di sabuk asteroid; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kelima), Pluto (5.906 juta km.; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kesembilan), Haumea (6.450 juta km), Makemake (6.850 juta km), dan Eirs (10.100 juta km).

          Enam dari kedelapan planet dan tiga dari kelima planet kerdil itu dikelilingi oleh satelit alami, yang biasa disebut dengan "bulan" sesuai dengan Bulan atau satelit alami Bumi. Masing-masing planet bagian luar dikelilingi oleh cincin planet yang terdiri dari debu dan partikel lain.