Senin, 11 Juli 2011

Galaksi



Galaksi adalah sebuah sistem yang terikat oleh gaya gravitasi yang terdiri atas bintang (dengan segala bentuk manifestasinya, antara lain bintang neutron dan lubang hitam), gas dan debu kosmik medium antar bintang, dan kemungkinan substansi hipotetis yang dikenal dengan materi gelap. Kata galaksi berasal dari bahasa Yunani Galaxias yang berarti "susu," yang merujuk pada galaksi Bima Sakti (bahasa Inggris Mily Way).

Tipe-tipe galaksi berkisar dari galaksi kerdil dengan sepuluh juta (10 pangkat 7) bintang hingga galaksiraksasa dengan satu triliun (10 pangkat12) bintang, semuanya mengorbit pada pusat galaksi. Matahari adalah salah satu bintang di galaksi Bima Sakti.
Tatasurya termasuk bumi dan semua benda yang engorbit matahari. Kemungkinan terdapat lebih dari 100 milyar (10 pangkat 11) galaksi pada alamsemesta teramati.

Sebagian besar galaksi berdiameter 1000 hingga100.000 parsec dan biasanya dipisahkan oleh jarak yang dihitung dalam jutaan parsec (atau megaparsec). Ruang antar galaksi terisi dengan gas yang memiliki kerapatan massa kurang dari satu atomn per meter kubik. Sebagian besar galaksi di organisasikan ke dalam sebuah himpunan yang disebut klaster, untuk kemudian membentuk himpunan yang lebih besar yang disebut superklaster. Struktur yang lebih besar ini dikelilingi oleh ruang hampa di dalam alam semesta.

Meskipun belum dipahami secara menyeluruh, materi gelap terlihat menyusun sekitar 90% dari masa sebagian besar galaksi. Data observasi menunjukkan lubang hitam supermasif kemungkinan ada pada pusat dari banyak (kalau tidak semua) galaksi.

MENURUT ETIMOLOGI
             Etimologi Kata galaksi diturunkan dari istilah bahasa Yunani untuk Milky Way (galaksi kita), galaxias, atau kyklos galaktikos Kata ini berarti "lingkaran susu", sesuai dengan penampakannya di angkasa. Dalam mitologi Yunani, Zeus menempatkan anak laki-lakinya yang dilahirkan oleh manusia biasa,bayi Heracles, pada payudara Hera ketika Hera sedang tidur sehingga bayi tersebut meminum susunya dan karena itu menjadi manusia abadi.

Hera terbangun ketika sedang menyusui dan kemudian menyadari ia sedang menyusui bayi yang tak dikenalnya: ia mendorong bayi tersebut dan air susunya menyembur mewarnai langit malam, menghasilkan pita cahaya tipis yang dikenal dalam bahasa Inggris sebagai
Milky Way (jalan susu).

Galaksi Terbesar di Alam Semesta (Jagat Raya) Galaksi IC1101


 Galaksi ini merupakan gabungan dari berbagai macam galaksi, dan membentuk hgalaksi yang sangat besar. Galaksi terbesar di Alam Semesta (jagat raya) yang diketahui manusia adalah galaksi IC 1101. Galaksi ini terletak di pusat gugus Galaksi Abell 2029
Galaksi ini dimasukkan kedalam kelas kategori cD (Galaksi raksasa/Galaksiterbesar). Letak galaksi ini yaitu 1.07 miliar tahun cahaya dari konstelasi Serpens. Galaksi IC 1101 memiliki diameter sejauh lebih dari 5 juta tahun cahaya yang saat ini menjadi galaksi terbesar yang di kethui manusia
Galaksi ini berisi lebih dari 100 triliun bintang, jauh lebih besar jika dibandingkan dengan galaksi kita (Bima Sakti) yang hanya mengandung 250 miliar bintang dan Andromeda 400 Miliar Bintang.

Jika IC 1101 ada di Galaksi kita maka ia dapat menelan Galaksi kita termasuk galaksi Andromeda karena besarnya energi yangdimilikinya.



Ilmuwan Temukan Bukti Kehidupan di Titan, Bulan Terbesar Saturnus


Para Ilmuwan menemukan bukti dan petunjuk adanya tanda kehidupan di Titan, bulan yang terbesar di planet Saturnus, yang kemungkinan adalah alien primitif yang bernapas di atmosfer Titan. Penemuan mengejutkan ini, ditemukan oleh penjelajah Cassini milik NASA yang sedang mengorbit, dan terungkap dalam dua laporan terpisah.
            Data dari Nasa tersebut menganalisis bahwa terdapat bahan kimia yang kompleks dipermukaan Titan bulan yang terkenal memiliki atmosfer padat.
            Permukaannya ditutupi dengan pegunungan, danau dan sungai, para astronom menyebutnya dengan istilah Earthlike atau dunia yang paling dalam ditata surya. Bahan kimia organik itu terdeteksi dengan lebar 3.200 mil.
            Tapi cairandi Titan bukanlah air (hidrogen) tetapi metana dan para ilmuwan berharap kehidupan di sana adalah metana berbasis.
            Makalah pertama, dalam jurnal  Icarus, menunjukkan bahwa gas hidrogenyang mengalir melalui Atmosfer Titan, hilang di permukaan, yang kemungkinan membuat mahluk asing tersebut bisa bernafas.
Makalah kedua, dalam Journal of Geophysical  Research, ada bahan kimia tertentu di permukaan Titan, yang dipercayai para ilmuwan terkemuka untuk dapat di konsumsi oleh mahluk hidup. Para ilmuwan memprediksikan bahwa sinar matahari berinteraksi dengan bahan kimia di atmosfer, menghasilkan asetilena yang jatuh ke permukaan Titan. Tapi masalahnya, Cassiniasetilena tidak terdeteksi di sana.
 
Para ahli memperingatkan bahwa mungkin ada penjelasan lain untuk hasil tersebut. Tapi secara bersama-sama, mereka menemukan bukti adanya dua kondisi penting yang di perlukan untuk kehidupan berbasis metana.Seperti dilansir dari laman. 
 DailyMail, Sabtu (05/06/2010), Chris McKaydari NASA astrobiologis mengatakan, Jika tanda-tanda ini tidak berubah menjadisuatu tanda-tanda kehidupan, itu akan menjadi dua kali lipat menariknya, karena akan mewakili bentuk kedua dari kehidupan independen dari berbasis air kehidupan di Bumi.
Para ilmuwan percaya bahwa ketika Matahari membengkak , akan menelan bumi , kemungkinan kondisi yang ideal di Titan menjadi hangat.
Profesor John Zarnecki dari Universitas Terbuka, mengatakan, Kami percaya dari bahan kimia tersebut ada kehidupan terbentuk. Ini hanya membutuhkan panas dan kehangatan untuk memulai proses.